Sabtu, 30 September 2017

Cara Membuat Latar Belakang Masalah penelitian

CARA MEMBUAT LATAR BELAKANG SUATU PENELITIAN

Sumber foto : Huffingtonpost
http://www.tribunnews.com/lifestyle/2016/03/27/penelitian-orang-pintar-punya-teman-lebih-sedikit

Sumber foto : avoskinbeauty.com


Latar belakang masalah PTK yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur berikut:
(1)Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti;
(2) Kenyataan yang saat ini sedang terjadi yang dihadapi guru/peneliti;
(3) Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang dihadapi beserta penyebab munculnya kesenjangan tersebut. Penyebab munculnya masalah ini disebut juga dengan akar masalah;
(4) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan; dan
(5) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah. Jika kelima hal tersebut termuat dalam latar belakang masalah sebuah penelitian tindakan kelas, maka latar belakang tersebut dapat dikatakan baik.

Pengembangan latar belakang masalah pada proposal PTK
NO
UNSUR
CONTOH ISI PRAGRAF
1
Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diaharapkan oleh guru/peneliti
Pada pembelajaran PJOK pemahaman tentang konsep dan keterampilan dalam gerak tentu menjadi sangat penting, pemahaman tentang konsep akan berpengaruh pada keterampilan yang di hasilkan atau pemecahan masalah dalam tugas-tugas gerak yang diberikan, pemahama tentang konsep-konsep gerak yang baik semestinya akan mempermudah mereka dalam mencapai  KKM kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan sekolah
2
Kondisi saat ini di dalam kelas/pembelajaran guru/peneliti
Kenyataanya dikelas VIIIB SMP Negeri 1 Sungai Penuh masih jauh dari kondisi ideal tersebut, pemahaman terhadap konsep-konsep pelajaran PJOK untuk materi senam ritmik masih rendah (rata-rata 45%). Selain itu jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM kurang dari 75%. KKM  mata pelajaran PJOK pada tahun pelajaran 2015-2016 yang lalu adalah 70. jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM kurang dari 75% ini menyebabkan  guru harus melakukan pembelajaran remedial secara klasikal. Kemudian KKM mata pelajaran PJOK pada tahun pelajaran 2016-2017 ini telah ditingkatkan menjadi 75, hal ini juga berarti bahwa kemungkinan persentase peserta didik yang tidak dapat mencapai KKM tersebut akan semakin besar
3
Kesenjangan antara kondisi idela (No1) dengan Kondisi Saat ini (No2) beserta penyebab munculnya kesenjanan dengan kata lain akar permasalahan yang muncul/sumber masalah
Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya pemahaman peserta didik tentang  materi senam ritmik sehingga berakibat rendahnya nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal yang tidak tercapai adalah : 1) materi senam ritmik merupakan materi yang memerlukan pemahaman tentang konsep-konsep serta penerapannya dalam praktik gerak/unjuk kerja  cukup sulit. 2) metode pembelajaran  yang digunakan masih belum cukup untuk memfalisitasi pemerolehan pemahanan dan unjuk kerja bagi peserta didik
4.
Urgensi pennyelesaian msalah atau denga kata lain dampak-dampak negatife jika permasalahan di kelas tersebut tidak diselesaikan
Kondisi demikian apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pembelajaran mata pelajaran PJOK di kelas VIIIB tersebut khususnya dan SMP N1 Sungai Penuh secara keseluruhan. Padahal materi senam ritmik salah satu materi yang esensial dalam kurikulum, hal ini tercermin dari selalu termuatnya materi ini dalam standar kompetensi lulusan (SKL) untuk ujian nasional pada 3 tahun terakhir ini

5
Alternative solusi/pemecahan masalah terbaik yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah
Salah satu alternative pemecahan masalah diatas yang mungkin untuk dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran  PJOK dengan menggunakan metode discovery learning dangan pendekatan scientifik. Karena  Discovery Learning 1) dapat membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya. 2) Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer. 3) Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil.4) Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.




Latar belakang Masalah PTK setidaknya berisi paragraf yang memuat hal-hal yang seharusnya (ideal) dan kenyataan yang terjadi. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan (hal-hal yang ideal) dan kenyataan yang dihadapi. Peneliti ingin mempersempit jarak antara kedua hal tersebut atau memperbaiki kesenjangan yang ada. Oleh karenanya, dalam latar belakang juga dijelaskan alasan mengapa kesenjangan tersebut diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya serta bagaimana dampaknya jika masalah tersebut dibiarkan berlarut larut.
Latar belakang masalah PTK yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur berikut: (1)Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti; (2) Kenyataan yang saat ini sedang terjadi yang dihadapi guru/peneliti; (3) Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang dihadapi beserta penyebab munculnya kesenjangan tersebut. Penyebab munculnya masalah ini disebut juga dengan akar masalah; (4) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan; dan (5) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah. Jika kelima hal tersebut termuat dalam latar belakang masalah sebuah penelitian tindakan kelas, maka latar belakang tersebut dapat dikatakan baik.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya... semoga bermanfaat...