DEMOKRASI

Pemilihan Ketua Osis SMP N 1 Sungai Penuh.

PRAMUKA

Kegiatan Pramuka SMPN 1 Sungaipenuh untuk meningkatkan disiplin, kreativitas dan kemandirian.

BUDAYA

Bersama Siswa Berpakaian Adat Daerah Kerinci.

PENDIDIKAN OLAH RAGA

Pembelajaran tentang Bola Basket, Teknik dasar mendrible bola.

PENDIDIKAN KARAKTER

Shalat Ghaib Bersama untuk warga Rohingya di Halaman SMP N 1 Sungaipenuh.

Sabtu, 30 September 2017

Cara Membuat Latar Belakang Masalah penelitian

CARA MEMBUAT LATAR BELAKANG SUATU PENELITIAN

Sumber foto : Huffingtonpost
http://www.tribunnews.com/lifestyle/2016/03/27/penelitian-orang-pintar-punya-teman-lebih-sedikit

Sumber foto : avoskinbeauty.com


Latar belakang masalah PTK yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur berikut:
(1)Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti;
(2) Kenyataan yang saat ini sedang terjadi yang dihadapi guru/peneliti;
(3) Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang dihadapi beserta penyebab munculnya kesenjangan tersebut. Penyebab munculnya masalah ini disebut juga dengan akar masalah;
(4) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan; dan
(5) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah. Jika kelima hal tersebut termuat dalam latar belakang masalah sebuah penelitian tindakan kelas, maka latar belakang tersebut dapat dikatakan baik.

Pengembangan latar belakang masalah pada proposal PTK
NO
UNSUR
CONTOH ISI PRAGRAF
1
Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diaharapkan oleh guru/peneliti
Pada pembelajaran PJOK pemahaman tentang konsep dan keterampilan dalam gerak tentu menjadi sangat penting, pemahaman tentang konsep akan berpengaruh pada keterampilan yang di hasilkan atau pemecahan masalah dalam tugas-tugas gerak yang diberikan, pemahama tentang konsep-konsep gerak yang baik semestinya akan mempermudah mereka dalam mencapai  KKM kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan sekolah
2
Kondisi saat ini di dalam kelas/pembelajaran guru/peneliti
Kenyataanya dikelas VIIIB SMP Negeri 1 Sungai Penuh masih jauh dari kondisi ideal tersebut, pemahaman terhadap konsep-konsep pelajaran PJOK untuk materi senam ritmik masih rendah (rata-rata 45%). Selain itu jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM kurang dari 75%. KKM  mata pelajaran PJOK pada tahun pelajaran 2015-2016 yang lalu adalah 70. jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM kurang dari 75% ini menyebabkan  guru harus melakukan pembelajaran remedial secara klasikal. Kemudian KKM mata pelajaran PJOK pada tahun pelajaran 2016-2017 ini telah ditingkatkan menjadi 75, hal ini juga berarti bahwa kemungkinan persentase peserta didik yang tidak dapat mencapai KKM tersebut akan semakin besar
3
Kesenjangan antara kondisi idela (No1) dengan Kondisi Saat ini (No2) beserta penyebab munculnya kesenjanan dengan kata lain akar permasalahan yang muncul/sumber masalah
Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya pemahaman peserta didik tentang  materi senam ritmik sehingga berakibat rendahnya nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal yang tidak tercapai adalah : 1) materi senam ritmik merupakan materi yang memerlukan pemahaman tentang konsep-konsep serta penerapannya dalam praktik gerak/unjuk kerja  cukup sulit. 2) metode pembelajaran  yang digunakan masih belum cukup untuk memfalisitasi pemerolehan pemahanan dan unjuk kerja bagi peserta didik
4.
Urgensi pennyelesaian msalah atau denga kata lain dampak-dampak negatife jika permasalahan di kelas tersebut tidak diselesaikan
Kondisi demikian apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pembelajaran mata pelajaran PJOK di kelas VIIIB tersebut khususnya dan SMP N1 Sungai Penuh secara keseluruhan. Padahal materi senam ritmik salah satu materi yang esensial dalam kurikulum, hal ini tercermin dari selalu termuatnya materi ini dalam standar kompetensi lulusan (SKL) untuk ujian nasional pada 3 tahun terakhir ini

5
Alternative solusi/pemecahan masalah terbaik yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah
Salah satu alternative pemecahan masalah diatas yang mungkin untuk dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran  PJOK dengan menggunakan metode discovery learning dangan pendekatan scientifik. Karena  Discovery Learning 1) dapat membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya. 2) Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer. 3) Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil.4) Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.




Latar belakang Masalah PTK setidaknya berisi paragraf yang memuat hal-hal yang seharusnya (ideal) dan kenyataan yang terjadi. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan (hal-hal yang ideal) dan kenyataan yang dihadapi. Peneliti ingin mempersempit jarak antara kedua hal tersebut atau memperbaiki kesenjangan yang ada. Oleh karenanya, dalam latar belakang juga dijelaskan alasan mengapa kesenjangan tersebut diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya serta bagaimana dampaknya jika masalah tersebut dibiarkan berlarut larut.
Latar belakang masalah PTK yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur berikut: (1)Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti; (2) Kenyataan yang saat ini sedang terjadi yang dihadapi guru/peneliti; (3) Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang dihadapi beserta penyebab munculnya kesenjangan tersebut. Penyebab munculnya masalah ini disebut juga dengan akar masalah; (4) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan; dan (5) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah. Jika kelima hal tersebut termuat dalam latar belakang masalah sebuah penelitian tindakan kelas, maka latar belakang tersebut dapat dikatakan baik.


Senin, 25 September 2017

MAKANAN KHAS KERINCI

sumber foto: koleksi pribadi

Lemang adalah makanan khas daerah Kerinci Sungai Penuh. Lemang biasa di buat untuk menyambut hari besar agama Islam atau acara adat seperti pada saat hari raya Idul Adha, Isra Miraj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Khatam Alquran, Kenduri Seko (acara adat daerah Kerinci) atau pada saat bulan Ramadhan akan banyak yang membuat lemang untuk di jual belikan.
Lemang di buat dengan menggunakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu yang sudah di lapisi daun pisang dan di berikan santan. Lemang di masak dengan menggunakan api yang berasal dari kayu dan dibuat kan tiang di dekat api untuk menyandarkan lemang. Memasak lemang membutuhkan waktu yang cukup lama kisaran 2-3 jam, dan selama proses pembakaran lemang harus sering diputar-putar. Karena proses pembuatan yang cukup lama inilah yang membuat lemang hanya ditemui pada acara-acara tertentu saja. (oka)

GURU JUGA HARUS BELAJAR

sumber foto: koleksi pribadi

Dalam dunia pendidikan mau tidak mau kita terkait dengan yang namanya Guru.  Guru dalam kenyataannya  adalah seorang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberikan ilmu dan pengetahuan kepada anak didiknya.  Dengan kenyataan sekarang yang serba cepat, baik informasi maupun perubahan yang terjadi, mauk tidak mau seorang guru akan terus belajar agar tidak mau ketinggalan dengan kondisi kenyataan yang ada. Ada beberapa alasan mengapa guru harus mau belajar lagi.

Pertama, soal kurikulum. Kurikulum yang sering berubah. Kurikulum dibuat untuk memberikan batasan materi yang akan disampaiakan di KBM suatu sekolah. Kurikulum biasanya mengacu kondisi dan situasi sekarang ini dan memang sebisa mungkin sifatnya harus bisa menyesuaikan keadaan jaman sehingga nantinya bisa diterapkan di kehidupan nyata kelak oleh siswanya. Seorang Guru kalau tidak bisa menyesuaikan cara mengajarnya sesuai kurikulum yang dibuat oleh sekolah maka tidak menutup kemungkinan siswanya juga tidak bisa menyesuaikan keadaan jaman sekarang ini.

Kedua, soal strategi pembelajaran. Seorang Guru dituntut kreatif untuk bisa menyampaikan materi dalam berbagai penyampaian. Maka dari itu harus dibutuhkan strategi yang jitu supaya meteri itu bisa nyampai ke siswa. Karena kondisi kelas yang satu dengan yang lainnya pastilah berbeda karakteristiknya. Jadi jika seorang Guru tidak peka akan hal itu maka tidaklah mustahil mendapatkan hasil yang tidak maksimal dalam penyampaian materinya di kelas.

Ketiga soal penguasaan kelas. Materi akan lebih cepat nyampai ke siswa ketika KBM di kelas berjalan sesuai dengan RPP yang dibuat oleh masing-masing Guru. RPP akan berjalan normal manakala seorang guru bisa menguasai kelas saat KBM berlangsung. Misal saat guru sedang mengajar kelas ramai tak terkendali atau ada beberapa siswa yang keluar masuk ke belakang tapi tidak ditegur sehingga kondisi kelas tidak kondusif untuk KBM. Padahal penguasaan materinya bagus dan tertata dengan rapi. Terkadang ini juga dilupakan oleh seorang Guru pada saat mengajar.

Keempat, mudah berbagi (Sharring) dengan siswa. Siswa sekarang beda dengan siswa jaman dulu, dimana siswa sekarang lebih peka dan kritis dengan kondisi yang ada di sekitar mereka. Semisal ada seorang guru yang hanya membaca buku dalam menyampaikan di depan kelas mereka akan berkata “ wah gurunya saja baru membaca materi, gimana saya bisa…?” Aatau gurunya hanya menyuruh sekretaris kelas menulis di papan tulis pastilah para siswa memandang guru tersebut kurang kompeten. Maka dari itu guru dituntut bisa share ilmu, karena tidak menuntut kemungkinan siswa lebih tau informasi materi seiring dengan kemajuan TIK yang bisa diakses oleh siswa sekarang ini. Guru sekarang janganlah merasa paling pinter dihadapan siswanya.

Kelima, soal model pembelajaran. Diakui atau tidak, metode mengajar dengan hanya mengandalkan papan tulis (konvensional) adalah metode kuno yang sudah tidak jamannya lagi. Guru harus mahir membuat presentasi untuk disampaiakan dengan menggunakan LCD, harus bisa mengoperasikan Aplikasi powerpoint, dan aplikasi lainnya. Intinya seorang guru seharusnya bisa mengoperasikan komputer untuk kebutuhan mengajarnya. Oleh karena itu Bukan buku lagi yang ditenteng masuk ke kelas, tetapi Laptop yang ditenteng ke kelas yang didalamnya sudah terisi perangkat pembelajaran untuk siswanya.

Keenam, soal teknologi internet. Ketinggalan jaman rasanya jika seorang guru tidak tahu teknologi internet sekarang ini. Begitu banyak ilmu yang dapat diakses oleh setiap orang (tidak menutup kemugkinan siswa), dan banyaknya jejaring sosial yang bisa digunakan untuk share dengan orang lain (tidak menuntut kemungkinan siswa) sehingga siswa dapat tahu dulu sebelum materi disampaiakn gurunya. Oleh karena itu kalau seorang guru tidak bisa mengakses ilmu-ilmu dari luar (internet) bisa saja kalah informasinya dengan siswanya sendiri.(oka)


BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

sumber foto :koleksi pribadi
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang. Mengapa perlu belajar? Karena kita seorang guru dan tugas guru adalah belajar dan membelajarkan. Membelajarkan tidak hanya memberi, tetapi membelajarkan itu memberikan sebuaah motivasi supaya meu belajar. Agar  proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan tegas. Kendati demikian, dalam kenyataan di lapangan saat ini, tampaknya kita masih dapat menemukan permasalahan yang dihadapi para guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dilakukannya, yang berujung pada inefektivitas dan inefesiensi pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses mempelajarkan orang lain. Adapun tujuan dari pada pembelajaran yaitu mengembangkan kemampuan yahng dimiliki oleh peserta didik secara optimal (keterampilan,berpikir,sifat). Definisi Belajar adalah belajar itu suatu cara yang dilakukan untuk merubah tungkah laku seseorang untuk lebih baik lagi, belajar dilakukan bisa dengan pengalaman dan dengan apa pun. Ini di lakukan karena manusia punya potensi yang bisa di kembangkan, belajar memerlukan waktu yang cukup lama.
Menurut Bloom perilaku individu dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) ranah, yaitu:
1.   Ranah kognitif; ranah yang berkaitan aspek-aspek intelektual atau berfikir/nalar, di dalamnya mencakup: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), penguraian (analysis), memadukan (synthesis), dan penilaian (evaluation);
2.   Ranah afektif; ranah yang berkaitan aspek-aspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya, di dalamnya mencakup: penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding), penilaian (valuing), pengorganisasian (organization), dan karakterisasi (characterization); dan
3.   Ranah psikomotor; ranah yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Ranah ini terdiri dari : kesiapan (set), peniruan (imitation), membiasakan (habitual), menyesuaikan (adaptation) dan  menciptakan (origination). Taksonomi ini merupakan kriteria yang dapat digunakan oleh guru untuk mengevaluasi mutu dan efektivitas pembelajarannya.
TINGKATAN PERPIKIR menurut Bloom yaitu sebagai berikut:
1.   Mengingat (knowledge):
Mengingat adalah mengingat-ingat apa yang di pelajari. Ada pun ciri-ciri mengingat  yaitu bisa menggambarkan kembali dan bisa mengulang kembali.
Tahap mengingat belum ada pemrosesan informasi. Ada pun langkah-langkah mengingat adalah sebagai berikut:
Memasukan informasi →Menyimpan informasi →Meneluarkan informasi.
2.   Memahami (comprehention):
Artinya kemampuan untuk menangkap makna atau arti dariinformasi dariyang dipelajarinya. Memahami mempunya tingkatan yaitu sebagai berikut:
a.   Menterjemahkan: merubah bentuk komunikasi ke bentuk komunikasi yang lain, cara orang memahami yaitu bisa menjelaskan dengan kata-kata sendiri.
b.   Interprestasi: penapsiran
c.   Prediksi: prakiraan, kalau seseorang sudah memiliki kemampuan prediksi maka orang tersebut memiliki antisipasi/jaga-jaga.
Langkah-langkah kemampuan memahami adalah sebagai berikut:
·        Informasi →Menyimpan informasi →Mengolah informasi →Menyimpulkan informasi (makna).
Indikator memahami antara lain mampu menjelaskan dengan kata-kata sendiri baik lisan maupun tulisan. Memahami ada tinggkatannya yang pertama mampu menterjemahkan satu bentuk informasi ke informasi yang lain, kemudian menapsirkan, dan memprediksi adalah memprakirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Memprediksi itu menggunakan data dan pengalaman yanga ada.
3.   Menerapkan (aplication)
Adalah kemampuan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari. Apa yang telah kita pelajari harus di terapkan atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
4.   Menganalisis (Analisis)
Adalah mampu menguraikan, mampu memerinci, mampu membuat klasifikasi (pengelompokan), dan mampu menghubungkan.
5.   Mensintesis (sinthesis)
Artinya setelah di kelompokan atau di analisis kemudian di simpulkan.
6.   Menilai (evaluatioan)
Adalah kemampuan untuk memberikan pertimbangan atau nilai kepada sesuatu (orang,benda,dll). Penilaian yang benar adalah penilaian yang menggunnakan kriteria atau patokan

TEORI BELAJAR

Sumber foto: koleksi pribadi

Selain menguasai materi guru sebaiknya menguasai  tentanteori-teori belajar, agar dapat mengarahkan peserta didik  berpartisipasi   secara intelektual dalam belajar, sehinggabelajar menjadi   bermakna bagi siswa
Psikologi belajar atau disebudengan Teori Belajar adalah teor yang  mempelajari perkembangan  intelektua (mental) siswa.

1.      Teori belajar behavioristik/ tingkah laku
Berikut dipaparkan empat teori belajatingkah laku yaitteori belajar dari Thorndike, Skinner, Pavlov, dan Bandura.

a.      Teori Belajar dari Thorndike
Edward Lee Thorndike (1874–1949) hukubelajar Law of effect.  Belajar akan  lebih berhasil  bila respon siswterhadap suatu stimulus segerdiikutdengan rasa senang  atau kepuasan. stimulus-respon yandikemukakan Thorndike indisebut juga teori  belajakoneksionisme.
b.      Teori Belajar Pavlov
Pavlov terkenal dengateorbelajar klasikKonsep  pembiasaa(conditioning) aga siswa belajadengan baik makharu dibiasakan.
c.   Teori Belaja Skinner
Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaraatapenguatan mempunyai peranan  yang  ama penting   dalam   proses   belajar.
d.  Teori belajar Bandura
Bandura mengemukakan bahwa siswa belajar melalumeniru. Gurharumenjadi manusia model yang profesional.
e.  Teori belajar Vygotsky
Vygotskmenyatakan bahwa siswdalam mengkonstruksi suatkonsep perlu memperhatikan lingkunga sosial.
f.   Teori Belajar Ausubel 
Teorbelajar Ausubel terkenal dengan belajar bermakndan pentingnya pengulangan sebelu belajar  dimulai.

(sumber "SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016")


gambar Guru Mengajar

sumber foto : google

Minggu, 24 September 2017

OLAH RAGA YANG BENAR DAN AMAN

Image result for OLAHRAGA
sumber foto : google
Olahraga dan sejarah manusia Olahraga atau gerak badan sudah ada sejak manusia hidup, sebab yang dimaksud olahraga adalah menggerakan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Manusia sejak zaman purba tentu sudah menggerakkan tangan dan kakinya agar hidupnya berkelanjutan. Mungkin berjalan atau berlari, menaiki bukit atau menuruni lembah melempar atau menangkap, memukul dan menangkis, mendayung, berenang, menyelam, mengangkat dan memikul barang.

Bagi pemeluk agama Islam olahraga sudah menjadi bagian dalam kesehariannya. Dalam melaksanakan ibadah shalat kita selalu melakukan berbagai gerakan tubuh yang dipadukan dengan berbagai sikap tubuh.

Gerak tubuh yang menyerupai gerakan senam yaitu berdiri, mengangkat tangan, membungkuk, duduk, sujud serta gerakan mengangkat badan setelah sujud sebagai gerakan menyerupai push-up.

Olahraga atau diterjemahkan sebagai aktifitas fisik mempunyai peran dalam mencegah timbulnya berbagai macam penyakit, sebagaimana dibuktikan pada berbagai penelitian sejak 40 tahun yang lalu. Seperti kita mengenal teori Natural Selection (seleksi alam) dari Darwin (1809-1882), Spencer (1852) dimasukan istilah Survival of the fittest intinya “yang hidup yang terkuat” artinya, apapun atau siapapun yang kuatlah yang akan bertahan hidup terhadap perubahan dan evolusi atau seleksi alam.

Kita juga bisa melihat penelitian yang dilakukan oleh Wihellmsem dkk (1975) selama 4 tahun dan Shaw L. (1981) dalam National Exercise and Heart Disease Program di Amerika Serikat selama 3 tahun, dimana kedua hasil tersebut menunjukan aktifitas fisik atau olahraga setelah terkena penyakit jantung memberi manfaat yang sama.

Dengan demikian saat ini olahraga tidak hanya bermanfaat bagi orang sehat agar terhindar dari penyakit, tetapi terbukti pula mempunyai efek yang baik bagi penderita penyakit. Olahraga akan segera memulihkan penderita penyakit yang menjalani perawatan agar mampu bekerja dan kembali menjadi manusia yang produktif.

Format olahraga/latihan
Olahraga untuk mencapai kesehatan tentu memerlukan takaran yang pas, sebab telah dipahami tidak semua olahraga akan memberikan efek yang positif. Olahraga mempunyai format, aturan atau pola. Bila diibaratkan dalam membuat pakaian, maka untuk merancang pakaian yang pas perlu dibuatkan pola yang disesuaikan dengan bentuk tubuh seseorang.

Secara garis besar format olahraga yang harus dipenuhi yaitu FIT. Kata FIT berarti segar atau bugar, disamping merupakan singkatan dari : F-Frekuensi, I-Intensitas dan T-Tempo.

Yang dimaksud frekuensi ialah berapa kali seminggu olahraga dilakukan agar memberi efek latihan. Berbagai penelitian menunjukan frekuensi latihan minimal 3 kali seminggu pada hari yang bergantian artinya selang sehari. Ini dikarenakan bahwa tubuh memerlukan pemulihan selesai berolahraga sehingga otot dan persendian diberi kesempatan untuk memulihkan diri. Dahulu Cooper pernah menganjurkan untuk melakukan olahraga setiap hari, namun setelah ia melakukan pengamatan yang cukup lama ia kembali berkesimpulan bahwa olahraga 3 kali seminggu sudah cukup. Olahraga yang dilakukan melebihi 5 kali seminggu akan menimbulkan berbagai komplikasi baik secara psikologis maupun fisiologis.

Intensitas mengandung arti berat beban latihan yang diberikan tidak mengakibatkan efek yang membahayakan. Reaksi denyut jantung yang timbul dapat dipakai sebagai cerminan dari reaksi pembebanan. Beban yang dapat diterima oleh jantung berkisar antara 60-80% dari kekuatan maksimal jantung.

Beban seberat itu dijabarkan dengan denyut jantung antara 70-85% dari denyut jantung maksimal. Dengan demikian olahraga sudah cukup memperbaiki atau meningkatkan kemampuan jantung bila diberi beban seperti diuraikan diatas. Bila latihan dilakukan sampai denyut jantung maksimal akan meyebabkan kelelahan dan membahayakan. Sebaliknya jika latihan dibawah 70% maka efek latihan sangat sedikit atau kurang bermanfaat bagi jantung khususnya bagi orang sehat. Namun lain halnya bagi penderita jantung yang mengalami gangguan fungsi pada otot jantung; kemampuan pompa jantung menurun, maka sudah dapat dipahami jantung tidak dapat dipaksakan untuk memompa darah dengan kekuatan penuh. Sehingga latihan yang biasanya dilakukan dengan sistim interval mengingat beban latihan yang relatif rendah yaitu berkisar antara 60-70% dari kemampuan maksimalnya.

Tempo latihan mengandung arti jangka waktu atau lamanya latihan yang diberikan agar memberikan manfaat. Penelitian-penelitian menunjukan, lama latihan antara 20-30 menit sudah cukup memberikan kenaikan kemampuan sebanyak 35% bila dilakukan 3 kali dalam semimggu dalam jangka waktu satu setengah bulan. Maka latihan-latihan yang serupa selama 6 bulan akan menghasilkan peningkatan kemampuan sampai optimal. Makin lama seorang berlatih pada dosis latihan yang dianjurkan berarti makin tahan jantungnnya. Makin lama latihan berarti semakin banyak darah yang dialirkan, semakin banyak pula oksigen yang dipakai atau didistribusikan keseluruh tubuh. Latihan yang dilakukan 30 menit akan memberikan efek gkita, disatu pihak akan meningkatkan aliran darah, dilain pihak akan membantu memecahkan metabolisme lemak dan kolesterol.


Prinsip olahraga /latihan
Dalam berolahraga ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dipenuhi, antara lain:
  1. Periode pemanasan. Pemanasan merupakan upaya tubuh untuk menyesuaikan diri dengan peningkatan sirkulasi secara bertahap, sekaligus meminimalkan utang oksigen dan pembentukan asam laktat. Dari segi sistem gerak pemanasan bertujuan mencegah timbulnya cedera.
  2. Periode latihan. Sesuai dengan apa yang telah dipaparkan diatas yaitu mengenai frekuensi, intensitas dan tempo latihan.
  3. Pendinginan. Pada periode pendinginan tekanan darah harus diusahakan berangsur-angsur turun kembali, tidak menurun drastis apalagi melampaui tekanan darah/denyut jantung sebelum latihan. Pengurangan aliran harus diantisipasi oleh otot yang tadinya bergerak. Tahanan tepi yang tadinya menurun sekarang berangsur meningkat, hal ini dimaksud jangan sampai aliran darah turun secara drastis. Dan tindakan yang benar adalah teruskan dahulu gerakan latihan terakhir, lalu kurangi secara berangsur-angsur setelah itu baru berhenti.


Perlunya pengukuran kemampuan
Dari kepustakaan dan penelitian diluar maupun di dalam negri, sudah diketahui bahwa manusia mempunyai keterbatasan karena faktor umur, jenis kelamin, tingkat kesehatan atau kebiasaan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu sangat wajar bila kemampuan setiap orang berbeda.

Rasanya tepat sekali jika sebelum melakukan olahraga diuji dan ditakar terlebih dahulu kemampuannya. Dengan mengetahui kemampuan orang tersebut maka program yang diberikan akan tepat dan sesuai dengan kemampuan jantung dan dapat menghasilkan manfaat dan terhindar dari efek yang membahayakan.

Kapan menghentikan latihan
Latihan harus dihentikan jika terjadi hal-hal seperti dibawah ini:
  1. Bila timbul nyeri dada (angina). Hal ini diakibatkan karena nyeri yang diakibatkan jantung kekurangan darah. Jika hal ini terjadi maka kurangilah beban latihan
  2. Bila timbul sesak nafas. Ini merupakan pertkita bahwa beban latihan terlalu berat dan jantung akan terlampaui kemampuannya, untuk itu segeralah akhiri latihan dan biasanya keluhan akan berangsur pulih.
  3. Bila timbul pusing kepala. Ini dikarenakan adanya peningkatan tekanan darah yang cukup tinggi yang disebabkan beban latihan melampaui kemampuan jantung, untuk itu segera hentikan latihan.
  4. Bila denyut nadi telah tercapai. Tentu saja bila latihan kita tercapai dan jangka waktu telah habis (sumber dari google)

Sumber : (olah-raga-indonesia.blogspot.com/.../takaran-olahraga-yang-benar-)
Terima kasih atas kunjungannya... semoga bermanfaat...