DEMOKRASI
Pemilihan Ketua Osis SMP N 1 Sungai Penuh.
PRAMUKA
Kegiatan Pramuka SMPN 1 Sungaipenuh untuk meningkatkan disiplin, kreativitas dan kemandirian.
BUDAYA
Bersama Siswa Berpakaian Adat Daerah Kerinci.
PENDIDIKAN OLAH RAGA
Pembelajaran tentang Bola Basket, Teknik dasar mendrible bola.
PENDIDIKAN KARAKTER
Shalat Ghaib Bersama untuk warga Rohingya di Halaman SMP N 1 Sungaipenuh.
Minggu, 12 November 2017
Fits dan Posner
PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK dan MODEL PEMBELAJARAN
Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran
![]() |
| Sumber foto : okamiharja37.blogspot.com |
- Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
- Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
- Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
- Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
- Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
- Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
- Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
- Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Prinsip-prinsip penyusunan RPP
RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Dalam penyusunan RPP ada 10 prinsip yang mesti diperhatikan sebagai dasar. Posting kali ini akan dibahas mengenai 10 prinsip penyusunan RPP, yaitu sebagai berikut:
Pertama, setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).
Kedua, satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Ketiga, memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
Keempat, berpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Kelima, berbasis konteks. Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.
Keenam, berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.
Ketujuh, mengembangkan kemandirian belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.
Kedelapan, memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
Kesembilan, memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
Kesepuluh, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Demikian posting mengenai 10 prinsip penyusunan RPP. Semoga bermanfaat !
RECOVERY SETELAH BER OLAHRAGA
Cara pemulihan setelah berolahraga berikut recovery yang lakukan setelah berolahraga
1. Pendinginan Setelah Berolahraga
Melakukan pendinginan/warm down seperti berjalan santai terlebih dahulu sebelum berhenti/duduk agar otot dan jantung melakukan pendinginan secara perlahan
2. Nutrisi
Usahakan untuk makan karbohidrat cepat serap seperti nasi putih,cola, madu, dan pisang. makanan" bagi otot. Sederhana saja seperti makan telur, yoghurt dan daging ayam atau sapi. Lebih baik jika meminum protein shake, 30 menit sebelum tidur meminum susu protein untuk mensuply makanan otot,
3. Merendam Kaki di Air Es / Dingin Merendam kaki di air yang dingin membuat otot merasa lebih rileks
Jumat, 10 November 2017
GERAK MULTILATERAL
Secara operasional, praktik pendidikan usia dini sebaiknya berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan anak. Oleh karena itu, peran pendidik sangatlah penting. Pendidik harus mampu memfasilitasi aktivitas anak dengan material yang beragam. Pengertian pendidik dalam hal ini tidak hanya terbatas pada guru saja, tetapi juga orangtua dan lingkungan. Seorang anak membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Program latihannya pun harus disesuaikan dengan karakter perkembangan anak yang masih dalam taraf bermain. Selain itu program latihan harus disusun secara multilateral sehingga anak mempunyai kemampuan yang bermacam-macam walaupun pada akhirnya disalurkan pada salah satu cabang olahraga tertentu. ANAK USIA DINI Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas baik secara fisik, psikis, sosial, moral, dan sebagainya. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Karena masa kanak-kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya maka pemahaman tentang karakteristik anak usia dini menjadi mutlak adanya bila ingin memiliki generasi generasi yang mampu mengembangkan diri secara optimal. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Secara rinci menurut Rahman (2005 : 33-37) karakteristik diuraikan sebagai berikut:
1. Usia 0-1 tahun Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan yang luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain:
- Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.
- Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium, dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke dalam mulutnya. Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.
- Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif.
- Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya.
- Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia, sebab emosi bukan ditentukan oleh bawaan, namun lebih banyak pada lingkungan.
- Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar.
- Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mempu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikiran dalam batas-batas tertentu.
- Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.
- Bentuk permainan masih bersidat individu, bukan permainan sosial walaupun aktivitas bermain dilakukan secara bersama.
- Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian.
- Perkembangan sosial, anak mulai melepaskan diri dari otoritas orang tuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah dan bergaul dengan teman sebayanya.
- Anak mulai menyukai permainan sosial.
- Perkembangan emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagian dari kepribadian anak. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil.
Multilateral Pada Anak Usia Dini
Konsep dasar dari program latihan bagi anak usia dini adalah multilateral dan permainan. Oleh karena itu berbagai kegiatan olahraga harus diajarkan agar anak memiliki kemampuan fisik secara menyeluruh. Aspek latihan yang perlu dikembangkan pada anak usia muda adalah terutama keterampilan (teknik) gerak dasar yang benar dengan kemampuan fisik dasar yang baik bagi anak usia dini selama 9 bulan.
Penjabaran Dengan Kegiatan Kemampuan Fisik Dasar
1. Kegiatan Pengenalan Organisasi, Aturan-aturan, dan Formasi. Salah satu permainan yang dapat digunakan untuk mengenalkan organisasi, aturan-aturan dan formasi adalah permainan pulau di tengah lautan. Sasaran dari permainan ini adalah:
- Mengidentifikasi keselamatan dan belajar dari manfaat mengikuti aturan,
- Mengidentifikasi petunjuk dari kelas,
- Belajar memulai dan menghentikan sinyal,
- Bergerak ke informasi formasi dan petunjuk, dan
- Bergerak dengan batasan-batasan. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah Potongan karpet per anak dan 5-10 kantong kecil.
Inti dari permainan ini adalah:
- Menjelaskan tentang informasi formasi. Jika ada perintah informasi formasi, anak menjalankan dan membentuk kelompok (misalnya ber-3, ber-4 atau ber-5). Setelah melakukan beberapa kali maka anak tetap pada formasi kemudian duduk dan dijelaskan maksud dari informasi-informasi yang diberikan apabila dikaitkan dalam olahraga.
- Menjelaskan pentingnya aturan dan menanyakan apakan pentingnya aturan itu seperti apa yang terjadi jika tidak ada aturan, dan apa aturan yang harus dimiliki dalam pendidikan jasmani agar selamat dan.
- Menjelaskan dan meminta menulis tentang aturan-aturan dalan pendidikan jasmani seperti tangan diam, berhatihati, mendengarkan dan melihat untuk petunjuk berhenti, baik (tidak berkelahi), mendengarkan dan mengerjakan, dan melakukan yang terbaik.
Latihan kebugaran dilakukan sebanyak 2 kali. Masing-masing latihan tersebut adalah:
a. Latihan Kebugaran 1
- Sasaran: a) Latihan kelenturan, b) Latihan kebugaran lari, c) Menjelaskan pentingnya latihan dan pemanasan sebelum tes, d) Mendemonstrasikan hubungan ketika latihan dan kelenturan.
- Pemanasan: a) Berdiri tegak dan menyentuhkan tangan pada kaki dengan kaki tetap lurus, dan b) Tidur telungkup kemudian membungkukkan badan dan kaki berjalan pelan ke tangan,
- Kegiatan yang dilakukan : a) Melakukan latihan tes kelenturan dengan duduk kaku diluruskan dan membungkukkan badan semaksimal mungkin dan berhenti sampai terasa sakit, dan b) Latihan lari sejauh 400 m dengan lintasan di buat 7 bujur sangkar. Pelaksanaan lari dilakukan 4 kali. Setiap lari 100 m sampai ujung lintasan. Dilakukan sampai akhirnya berlari sejauh 400 m.
- Penutup: a) Menjelaskan manfaat latihan tes baik kelenturan maupun lari (cardio respirasi)
- Sasaran: a) Latihan melakukan sit up yang benar, b) Latihan melakukan push up yang benar, dan c) Bekerjasama dengan melihat teman yang melakukan sit up dan push up.
- Kegiatan: a) Push up: dimulai dengan tidur telungkup dan meletakkan jari kaki dan tangan disamping dada, meluruskan lengan dan mempertahankan badan tetap lurus, dan melakukan push up secara berpasangan dan saling mengamati. b) Sit up: melakukan sit up secara pelan dengan tungkai di tekuk dan tangan disilangkan menempel di dada. dan merasakan otot yang bekerja.
- Penutup: mendiskusikan pentingnya melakukan push up dan sit up dengan anak dan memberi penguatan tentang sit-up dan push-up.
- Sasaran: 1) mendemonstrasikan cirkuit kebugaran 1, 2) menjelaskan bahwa latihan yang baik dilakukan minimal 3 kali seminggu, dan 3) Menjelaskan kebugaran jasmani berarti mempunyai energi yang cukup untuk bergerak seharian dan sehat.
- Pemanasan:1) Melakukan pemanasan rutin yang mencakup Streching body standing (16 hitungan), rag doll (16 hitungan, side lunges (16 hitungan), knee dips (16 hitungan), airplane circle: Putar ke depan 8 hitungan dan putar ke belakang 8 hitungan masing-masing dilakukan 2x8 hitungan. 2) Menjelaskan bahwa akan melakukan latihan dengan berganti aktivitas dengan sangat pelan kemudian dilakukan lagi dengan menambah kecepatan dan akhirnya akan dilakukan sampai dengan cepat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
- Latihan circuit training 1 yang meliputi: stasion 1: Jumping jack,stasiun 2: airplane circles, stasiun 3: sit up, stasiun 4: crab walk, stasiun 5: push up, stasiun 6: rope jump. Pengulangan latihan : 1) Ronde 1: waktu masing-masing stasiun 15 detik dan waktu istirahat 15 detik , 2) Ronde 2: waktu masing-masing stasiun 20 detik dan waktu istirahat 15 detik, 3) Ronde 3: waktu masing-masing stasiun 25 detik dan waktu istirahat 15 detik, 4) Ronde 4: waktu masing-masing stasiun 30 detik dan waktu istirahat 15 detik,
- Latihan circuit trainning 2 yang meliputi: 1) Stasion 1: lari zig-zag, 2) Stasiun 2: hip rais, 3) Stasiun 3: line jump, 4) Stasiun 4: trisep push up, 5) Stasiun 5: agility run dan 6) Stasiun 6: crunches
- Pengenalan bagian tubuh anak. Peralatan yang digunakan adalah kantong kecil yang diisi dengan kapas. Pemanasan yang dilakukan adalah dengan melempar kantong-kantong dengan lemparan zig-zag secara berpasangan.
- Melempar, Menangkap dan Melambungkan kantong Melakukan lempar dan tangkap melewati tali. Pada lempar dan tangkap awal dilakukan tanpa menggunakan aturan. Setelah beberapa kali dilakukan kemudian digunakan aturan untuk melempar dengan tangan kanan (kecuali kidal) dan menangkap dengan tangan kiri.
- Keterampilan lokomotor dengan rintangan. Pada aktivitas ini anak melakukan kegiatan berjalan, berlari, dan melompat selama 20 menit dengan rintangan yang sudah ditentukan
Kesimpulan
Olahraga dalam bingkai pendidikan merupakan manifestasi bentuk aktivitas gerak yang memberikan pengalaman motorik, sosial-budaya, dan mampu untuk mengembangkan kognisi-afeksi anak pada usia awal. Pemberian program latihan yang benar dan tepat akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian prestasi jangka panjang tanpa mengabaikan usia pertumbuhan dan perkembangan anak.
GERAK LOKOMOTOR, GERAK NON LOKOMOTOR, GERAK MANIPULATIF
Gerak Dasar
| ||
Lokomotor
|
non Lokomototor
|
Manipulatif
|
berjalan
berlari
meloncat
melompat
melayang
meluncur
berjingkrak
memanjat
|
membungkuk
meregang
memutar
mengayun
handstand
memutar tubuh
mendarat
berhenti
mengelak
keseimbangan
|
melempar
menangkap
menendang
menjerat/menjebak
menyerang
memvoli
melambung
memelanting
bergulir
menggelinding
menyepak
|


















