DEMOKRASI

Pemilihan Ketua Osis SMP N 1 Sungai Penuh.

PRAMUKA

Kegiatan Pramuka SMPN 1 Sungaipenuh untuk meningkatkan disiplin, kreativitas dan kemandirian.

BUDAYA

Bersama Siswa Berpakaian Adat Daerah Kerinci.

PENDIDIKAN OLAH RAGA

Pembelajaran tentang Bola Basket, Teknik dasar mendrible bola.

PENDIDIKAN KARAKTER

Shalat Ghaib Bersama untuk warga Rohingya di Halaman SMP N 1 Sungaipenuh.

Tampilkan postingan dengan label BERITA DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DAERAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

GLOBALISASI DAN KELUARGA


Arus Teknologi yang masuk, seperti komputer, internet, televisi, radio, hp dan masih banyak lain sebagainya mampu memberi kemudahan manusia untuk menyelesikan pekerjaannya dengan lebih cepat. Namun ternyata seperti mata pisau, perubahan globalisasi dan teknologi ini dapat menjadi positif memudahkan kehidupan manusia, namun juga bisa membawa dampak negatif yang jumlahnya juga tidak sedikit.

Keluarga yang memiliki peran sebagai manusia yang memberi pendidikan dan pengetahuan sebagai unsure masyarakat terkecil pun tak luput dari pengaruh tersebut. Orientasi keluarga ikut bergeser seiring dengan perubahan lingkungan yang begitu cepat. Berikut beberapa pengaruh pergeseran nilai-nilai kehidupan keluarga dalam era tersebut:

1. Pencapaian Materi
Munculnya penekanan pada berita di berbagai media bahwa kebahagiaan diukur pada pencapaian materi. Rumah yang bagus, sekolah yang tinggi atau kendaraan menjadi cermin keberhasilan. Orang tua berlomba-lomba untuk mengarahkan anak agar dapat mengenyam pendidikan nantinya lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Pencapaian materi ini memunculkan nilai “mencari makan untuk hidup” bukan lagi “mencari makna kehidupan”.

2. Sekolah
Orang tua berlomba-lomba mencari sekolah ‘unggulan’ dalam upaya mencapai prestasi setinggi-tingginya untuk anak. Sekolah bagus ditandai dengan peringkat dan fasilitas yang dimilikinya. Sekolah favorit seperti internasional atau metode khusus menjadi cerminan sekolah bagus, sehingga muncul anggapan bahwa untuk menyekolahkan anak membutuhkan biaya yang besar. Nilai dan angka menjadi prioritas utama orang tua. Pendidikan mengutamakan prestasi melalui proses persaingan antar siswa. Namun apakah sekolah tersebut memang sesuai untuk anak ? Ini perlu di telaah lebih lanjut.

3. Anak sebagai alat “kebanggaan” keluarga
Setiap manusia memiliki fitrah dan potensinya masing-masing. Orang tua mengutamakan perkembangan anak dari segi intelektual, fisik dan ekonomi. Orang tua melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. Secara tidak sadar orang tua menanamkan cita-citanya pada anak. Anak menjadi perwujudan cita-cita orang tua.

4. Gaya Hidup
Gaya hidup ditandai oleh food (makanan), fun (hiburan), fashion (mode), dan thought (pemikiran). Pola makan anak mulai bergeser menjadi senang dengan makanan cepat saji, yang mana mudah ditemui di berbagai tempat, sehingga menyebabkan asupan gizi juga berubah. Alat permainan seperti game, TV, video dan tempat hiburan menawarkan kesenangan dan hiburan yang dapat memberikan dampak tertentu dari penggunaannya. Model pakaian cepat berubah dengan berbagai bentuk yang menarik, walaupun tidak sesuai dengan syariat atau budaya Indonesia, hal ini menimbulkan kecenderungan untuk menjadi konsumtif dengan memperbaharui model pakaian. Mall atau supermarket yang menjamur tentunya turut memfasilitasi dan mempermudah nilai globalisasi tertanam pada anak, misalnya materialistis dan konsumtif.

5. Kedua orang tua bekerja
Untuk mencapai tingkat kehidupan yang dirasa akan membahagiakan tadi yaitu materi, sekolah anak dan gaya hidup, maka tren yang terjadi saat ini adalah kedua orang tua yang bekerja. Materi yang menjadi alat ukur untuk pencapaian kesuksesan menggeser fitrah dan fungsi orang tua. Fungsi Ibu sebagai pendidik yang pertama dan utama tergantikan oleh asisten rumah tangga, demi mencapai ASI (Air Susu Ibu) eksklusif, hubungan kelekatan yang terjadi saat ibu menyusui anaknya tergantikan oleh pompa ASI untuk beberapa Ibu bekerja. Tidak salah memang Ibu bekerja, namun perlu kebijakan untuk melakukan hal ini sehingga pengasuhan terhadap anak tidak tertinggal. Karena Investasi yang terpenting dalam keluarga adalah pengasuhan anak yang bahagia sehingga dapat menjadi anak dan generasi penerus Indonesia yang sehat jasmani, rohani dan spiritual, bisa berperan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan manfaat untuk nusa dan bangsa.

6. Keimanan
Orang tua melakukan hal apapun yang penting untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya, sehingga terjadi pergeseran aspek keimanan yang merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna nuansa keimanan dalam beragama, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keimanan tersebut. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keimanan, maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak memiliki nilai-nilai moral dan keimanan. Oleh sebab itu orang tua harus mengutamakan faktor perkembangan akhlaq selain intelektual.

Dapat disimpulkan bahwa beberapa pergeseran nilai-nilai kehidupan keluarga dalam era globalisasi ini, diperlukan kemampuan orangtua untuk dapat menyeimbangan proses pembelajaran bagi anak dengan menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. orang tua yang memiliki kemampuan menyeimbangkan pendidikan antara pelajaran umum dan agama akan lebih mudah mengarahkan anak.

Sumber: nanamaznahzubir.com/globalisasi-dan-keluarga

Re-post oleh okamiharja37.blogspot


Kayu Suhein, Nama lain dari kayu surian

Kayu suhien atau yang memiliki nama ilmiah Toona Sureni, merupakan salah satu jenis kayu yang cukup disukai oleh masyarakat. Jenis kayu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Misalnya saja untuk membuat mebel, pintu, daun jendela, atau juga untuk kebutuhan lain yang menggunakan bahan baku kayu.

Hal ini karena jenis kayu suren dinilai cukup memiliki kualitas yang baik dan tidak mudah mengalami pembusukan atau dimakan rayap. Masyarakat juga cukup banyak yang menanam kayu suren ini karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Pohon kayu suren sendiri, digolongkan sebagai pohon yang berukuran sedang hingga besar. Hal ini karena pohon ini mampu mencapai ketinggian 40 hingga 60 meter. Dimana dengan ketinggian tersebut, bagian yang bebas cabang bisa mencapai 25 meter. Sehingga terdapat cukup banyak bagian dari pohon ini yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai olahan.

Pohon ini mampu mencapai diameter sekitar 1 meter, bahkan lebih. Sebab, di kawasan yang jauh dari pemukiman seperti di pegunungan, bisa dijumpai pohon suren yang memiliki diameter hingga 3 meter. Pohon suren memiliki banir hingga ketinggian 2 meter.

Karakter kayu suren ini pada bagian batangnya akan nampak pecah serta seakan tumpang tindih. Warnah kulit pohon suren sendiri coklat keputihan, pusat hingga kelabu-abuan serta menimbulkan aroma khas pada saat ditebang atau dipotong. Kayu suren memiliki bobot yang ringan sehingga cocok bila digunakan sebagai bahan pembuat bangunan rumah.

Manfaat Kayu Suren

Dibandingkan dengan beberapa jenis pohon lain, pohon suren memiliki beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada jenis lainnya. Diantara beberapa kelebihan tersebut antara lain adalah bahwa daun kayu suren ini, tidak bisa digunakan sebagai makanan ternak. Sehingga manusia tidak akan memangkas daun pohon suren, karena bisa membuat ternak yang memakan daun tersebut menjadi mabuk.

Dengan tidak dipangkasnya daun suren, maka pertumbuhan pohon ini menjadi sempurna.  Di sisi lain, dengan karakter pohon yang bisa tumbuh dalam ukuran besar dan cukup tinggi, bisa dimanfaatkan sebagai media pemecah angin. Sehingga akan membuat lingkungan di sekitar pohon tersebut aman dari gangguan angin yang cukup kencang.

Itulah mengapa, tanaman ini banyak ditanam di perkebunan atau juga pinggir jalan. Selain itu, akar dan kulit kayu suren bisa dimanfaatkan sebagai obat diare. Buah serta kulit kayu suren, bisa diolah menjadi minyak atsiri.

Bahkan berdasar penelitian di laboratorium, suren juga mengandung bahan surenon, sureniin serta surenolakton. Zat tersebut bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan lava serangga uji ulat sutera. Bahan tersebut juga bermanfaat untuk menolak serangga termasuk diantaranya adalah pengusir nyamuk yang cukup ampuh.



Sumber foto koleksi pribadi
Lokasi Daerah tanjung pauh




Kamis, 21 September 2017

CARA VERVAL SIM PKB

Salah satu hal penting yang harus dilakukan ketika mendaftar SIM PKB adala Verifikasi dan Validasi (VerVal) Data di SIM PKB. Hal ini wajib dilakukan supaya dapat melakukan registrasi ke dalam komunitas.

Cara Verval Data di SIM PKB


Bagi Bapak/Ibu Guru yang bertugas menjadi Instruktur GP Moda Daring maupun Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), diharapkan supaya memberikan informasi kepada rekan-rekan guru yang lain agar segera melakukan verval data masing-masing di SIM PKB yang dulu dikenal dengan SIM GP Moda Daring.

Perlu anda ketahui bersama, supaya bisa mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PKB (yang dahulu bernama GP/Guru Pembelajar), masing-masing wajib masuk terlebih dahulu ke dalam komunitas.

Mereka harus mendaftarkan diri ke dalam komunitas melalui wesbsite www.sim.gurupembelajar.id atau juga bisa menggunakan www.simpkb.id (saya anjurkan menggunakan website simpkb saja) melalui dinas pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

Adapun Komunitas yang dimaksud ialah KKG untuk guru jenjang SD, MGMP untuk para guru Mata Pelajaran (Mapel), dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) untuk para guru BK.

Nah maka dari itu segera saja ya, anda melakukan verval Data SIM PKB. Silahkan berkoordinasi dengan ketua komunitas guru sesuai jenjang pendidikan yang anda ampu.  Sebab program SIM PKB 2017 memang berbasis kepada Komunitas Guru/Pokja (KKG/MGMP.

Lantas, Bagaimana Cara Verval Data di SIM PKB untuk guru pembelajar?

VerVal data SIM PKB ini dilakukan dalam rangka untuk persiapan pelaksanaan PKB Guru pada Tahun 2017. Sehingga sifatnya harus dilakukan

Adapun tahap-tahap melakukan verifikasi dan validasi data SIM PKB adalah sebagai berikut:

  • Pertama bukawebsite Guru Pembelajar di alamat https://sim.gurupembelajar.id/
  • Di halaman Login Guru Pembelajar silahkan Klik Tombol Registrasi Akun yang berada di bawah Tombol Login
  • Lalu Klik Tombol “Cari No UKG” atau anda juga bisa langsung menuju link berikut ini: https://app.simpkb.id/akun/ptk
  • Pilihlah Propinsi dan Kota di mana anda mengajar, kemudian ketik nama guru
  • Bagi para Guru yang belum melakukan UKG mempunyai Nomor UKG yang diawali dengan angka 2016
  • Apabila Nomor UKG telah berhasil ditemukan, lalu klik Tombol “Kembali ke Login”
  • Klik Tombol “Registrasi Akun”
  • Masukanlah Nomor UKG dan tempat lahir, kemudian silahkan cetak akun anda
  • Selesai. Proses Verval Data SIM PKB berhasil dilakukan.

Sesudah anda memiliki akun, silahkan melakukan login dan seger perbarui data profil guru yang sesuai dengan kondisi sekarang ini.

Untuk pelaksanaan Tes Awal kemungkinan besar akan dilkasanakan pada bulan juni, namun sampai saat ini belum pasti apakah pelaksanaannya di awal atau akhir bulan.

Jadi sesudah tanggal 31 Mei anda masih tetap bisa memasukkan anggota ke dalam komunitas. Ini dilakukan untuk jaga-jaga saja lantaran jadwalnya belum pelaksanaannya belum pasti. Sehingga alangkah baiknya jika anda segera saja melakukan verifikasi dan validasi data SIM PKB. Terutama bagi anda yang belum melakukan UKG atau telah ganti Mata Pelajaran. Sebab ini ini merupakan informasi resmi dari p4tk. (sumber:Kemdikbud)

PLPG JALUR PRESTASI / S2

Pendaftaran Peserta PLPG 2017 Bagi Guru S2
Pemerintah membuka kesempatan kepada guru yang telah memiliki kualifikasi akademik S2 untuk mengikuti PLPG tahun 2017 melalui jalur kualifikasi akademik S2 dengan kuota sejumlah 1000 orang.

Persyaratan:

  1. Memiliki NUPTK
  2. Belum memiliki sertifikasi pendidik
  3. Memiliki kualifikasi akademik S2 dalam bidang pendidikan atau linier dengan kualifikasi S1 yang telah dimiliki.
  4. Memiliki Status guru tetap (GT) dibuktikan dengan SK sebagai guru PNS/ Guru Tetap. Bagi GT non PNS di sekolah swasta melampirakan SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun terakhir. Sedangkan GT non PNS pada sekolah negeri melampirkan SK pengangkatan sebagai guru honor tetap dengan gaji bersumber dari APBD baik kabupaten/kota atau provinsi
  5. masih aktif mengajar dibuktikan dengan melampirkan SK Pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah dua tahun terakhir.
  6. pada tanggal 1 januari 2018 belum memasuki usia 60 tahun
  7. sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
Semua berkas ini mulai diserahkan tanggal 27 Juli 2017 dan paling lambat tanggal 4 Agustus 2017 di LPMP masing-masing.(sumber: LPMP Propinsi Jambi)

Kamis, 04 Mei 2017

UNBK SMP

UNBK SMP TAHUN 2017

Pelaksanaan UBNK dilaksanakan pada Tanggal 2,3,4 dan 8 Mei 2017 secara serentak seluruh Indonesia.
Di Kota Sungai Penuh Ada beberapa SMP yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun pelajaran 2016-2017 diantaranya 1. SMP N 1 Sungai Penuh. 2. SMP N 2 Sungai Penuh. 3. SMP N 3 Sungai Penuh. 4. SMP N 4 Sungai Penuh. 5. SMP N 6 Sungai Penuh. 6. SMP N 8 Sungai Penuh. 7. SMP IT Sungai Penuh. 9. MTSN model Sungai Penuh.
UNBK tahun ini masih dalam tahap uji coba namun dengan tekad yang tinggi dari pemerintah kota, Dinas pendidikan, Sekolah serta siswa dan warga Sekolah, UNBK tahun ini terlaksana dengan baik hal ini terlihat dari antusiasme siswa dalam melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

Sumber Foto Pribadi

Sumber Foto Pribadi

Sumber Foto Pribadi

Sumber Foto Pribadi

Sumber Foto Pribadi

Jumat, 09 September 2016

PIP

Program pemerintah dalam dunia pendidikan
Adanya program PIP dengan memberikan kartu KIP kepada siswa yang memiliki keadaan dengan  kriteria sebagai berikut :
1. Termasuk dalam kategori miskin (miskin dalam kriteria yang ditetapkan)
2. Anak yang pintar dengan dibuktikan dengan nilai-nilai laport.
3. Anak yang pintar meskipun keadaan ekonomi nya berkecukupan

Program KIP ini diharapkan tepat sasaran, sehingga dapat diterima oleh pelajar yang benar-benar membutuhkan
Program ini diluncurkan kesekolah-sekolah seluruh penjuru negeri dari kota sampai ke pelosok negeri dan pedalaman dan diharapkan para kepala-kepala untuk mendata siswa yang memiliki kriteria seperti yang tersebut di atas..
@oka
Terima kasih atas kunjungannya... semoga bermanfaat...